Faktor Utama Penyusun Madu (Tanaman, Musim)

From SAMSwiki
Jump to: navigation, search

Klasifikasi spesies tanaman yang “penting” bagi lebah madu seringkali terdapat perbedaan pendapat dari peternak lebah yang disurvei, karena perbedaan kriteria pilihan dan pemahaman mereka terhadap beberapa faktor (nektar, jumlah serbuk sari, periode berbunga, kualitas, frekuensi lebah madu mengisi madu ke dalam sarang, dan lain-lain).



Ethiopia: Ada beberapa spesies tanaman melliferous yang penting dalam kelompok botani yaitu: Acanthaceae (Asystasia gangetica, Hypoestes forskaolii, Justicia bizuneshiae), Agavaceae (Agave sisalana), Aloaceae (Aloe spp.), Anacaridaceae (Ozoroa insignis), Araliaceae (Schefflera abyssinica), Arecaceae (Borassus aethiopum, Phoenix reclinata), Asteraceae (Bidens macroptera, B. pachyloma, Carduus camaecephalus, Carthamus tinctorius, Crassocephalum macropappum, Guizotia abyssinica, G. scabra, Helichrysum citrispinum, Mikaniopsis clematoides, Vernonia amygdalina), Boraginaceae (Cordia africana), Cactaceae (Opuntia ficus-indica), Campanulaceae (Lobelia rhynchopetalum), Combretaceae (Combretum molle, Terminalia brownii), Ericaceae (Erica arborea, E. trimera), Euphorbiaceae (Croton macrostachyus, Euphorbium candelabrum), Fabaceae (Acacia spp., Acacia albia, A. brevispica, A. pentagona, A. senegal, A. seyal, A. sieberiana, A. tortilis, Albizia spp., Dichtrostachys cinera, Piliostigma thonningii, Trifolium spp.), Hypericaceae (Hypericum revolutum), Lamiaceae (Becium grandiflorum, Satureja punctata), Leguminosae (Cassia arereh), Malvaceae (Grewia mollis, G. villosa), Moraceae (Ficus sur), Myrtaceae (Eucalyptus globulus), Oleaceae (Olea Africana), Poaceae (Andropogon abyssinicus), Rhamnaceae (Berchemia discolor, Ziziphus pubescens), Rosaceae (Hagenia abyssinica), Rubiaceae (Coffea arabica), Sapotaceae (Aningeria adolfi-friederici, Mimusops laurifolia) and Ulmaceae (Celtis africana, C. toka). [1][2] [3] [4] Harus digaris bawahi, bahwa mungkin ada lebih banyak jenis tumbuhan yang relevan untuk lebah madu.

Belum ada literatur yang pasti yang menjelaskan tentang musim panen raya madu. Gemechis (2016) mengklaim, bahwa ada dua musim panen madu: Oktober-November dan April-Juni (sebelum dan sesudah musim hujan). [5], Gidey et al. (2012) membagi periode panen madu di dataran rendah dan dataran menengah (November-Desember) dan di dataran tinggi (April-Juni). [6] Secara umum dapat dikatakan, bahwa waktu terbaik untuk panen madu bergantung pada daerah tertentu, berdasarkan zona iklim di Ethiopia (musim panen "kecil"), contoh: di barat daya Ethiopia musim panen raya terjadi pada bulan April-Juni, dan musim panen kecil dari bulan November-Januari. [7]


Indonesia: Secara umum, hampir tidak ada literatur yang menerangkan tentang tanaman melliferous yang penting untuk pakan lebah di Indonesia. Selain itu, tidak ada informasi tentang spesies bunga yang penting untuk pakan Apis mellifera. Namun, karena morfologi dan ekologi nutrisi yang sama dari A. mellifera dan A. cerana, dapat diasumsikan bahwa spesies bunga yang penting untuk A. cerana juga bertindak sebagai spesies tanaman melliferous yang potensial untuk A. mellifera: Acanthaceae (Asystasia coromandeliana), Anacardiaceae (Mangifera indica, Mangifera spp.), Arecaceae (Areca catechu, Arenga pinnata, Caryota mitis, Cocos nucifera), Asteraceae (Bidens pilosa, Clibadium surinamensis, Eupatorium inulifolium, E. odoratum, Galinsoga parviflora, Tithonia diversifolia, Mikania micrantha, Spilanthes iabadicensis, S. paniculata), Bombacaceae (Durio zibethinus), Brassicaceae (Brassica rapa, Brassica sp., Rorippa indica), Caricaceae (Carica papaya), Cucurbitaceae (Momordica charantia, Cucumis sativus, Sechium edule), Cyperaceae (Cyperus kyllingia), Euphorbiaceae (Aleurites moluccana, Homalanthus pupulneus), Fabaceae (Acacia auriculiformis, A. mangium, A. crassicarpa, Calliandra spp., Leucaena glauca, Mimosa invisa, M. pigra, M. pudica, Pithecellobium lobatum, Parkia speciosa), Graminae (Oryza sativa, Zea mays), Lauraceae (Cinnamomum burmanii, Persea americana), Loranthaceae (Loranthus europaeus), Lythraceae (Cuphea spp.), Meliaceae (Melia azedarach, Toona sureni), Myrtaceae (Psidium guajava) and Verbenaceae (Tectona grandis). [8] [9] Tanaman yang paling penting untuk serbuk sari dan nektar adalah Calliandra calothyrsus. Tanaman Calliandra diperkenalkan dari Amerika Selatan pada 1930-an (Gambar di bawah) dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Ada informasi samar tentang musim panen raya di Indonesia, tetapi menurut survei informal, yang dilakukan oleh Universitas Padjadjaran (2018), musim panen raya di Jawa Barat berlangsung dari Januari hingga Mei, selain di bulan itu dilakukan pemanenan kecil jika ada kebutuhan pribadi sepanjang tahun. Shouten et al. (dalam media) mengamati bahwa peternak lebah di wilayah studi (Nusa Penida, Bali dan Jawa) memanen madu rata-rata delapan kali setahun. [10] Hadisoesilo (2002) menyebutkan dua musim madu di Sulawesi: satu dari September hingga Desember dan satu lagi dari Februari hingga April. Disebutkan dalam hal tersebut bahwa artikel yang dimaksud masih tidak jelas, pada umumnya apakah musim-musim itu hanya terkait dengan madu yang diperoleh dari A. dorsata, atau spesies Apis. [11]


References

  1. Admasu, A., Kibebew, W., Ensermu, K., & Amssalu, B. (2014). Honeybee Forages of Ethiopia. Holeta Bee Research Center. Ethiopia.
  2. El Mahi, A. G., & Magid, T. D. A., (2014). The Potential of Acacia seyal as a Resourceful Tree for Gum Arabic in Sudan. Gum Arabic Board (Sudan). Khartoum.
  3. Gupta, R. K., Reybroeck, W., van Veen, J. W., & Gupta, A. (2014). Beekeeping for Poverty Alleviation and Livelihood Security: Vol. 1: Technological Aspects of Beekeeping. Dordrecht, Springer Netherlands.
  4. Haftom, G., Zelealem, T., Girmay, M., & Awet, E. (2013). Seasonal honeybee forage availability, swarming, absconding and honey harvesting in Debrekidan and Begasheka Watersheds of Tigray, Northern Ethiopia. Livestock Research for Rural Development 25(4). HTML-Version.
  5. Gemechis, L. Y. (2016). Honey Production and Marketing in Ethiopia. Agriculture And Biology Journal Of North America, 7(5), 248-253.
  6. Gidey, Y., Bethelhem, K., Dawit, K., & Alem, M. (2012). Assessment of beekeeping practices in Asgede Tsimbla district, Northern Ethiopia: Absconding, bee forage and bee pests. African Journal of Agricultural Research, 7(1), 1-5.
  7. Awraris, G. S., Yemisrach, G., Dejen, A., Nuru, A., Gebeyehu, G., & Workneh, A. (2012). Honey production systems (Apis mellifera L.) in Kaffa, Sheka and Bench-Maji zones of Ethiopia. Journal of Agricultural Extension and Rural Development, 4(19), 528-541.
  8. Jasmi (2017). Diversity and blooming season of food sources plant of Apis cerana (Hymenoptera: Apidae) in polyculture plantation in West Sumatra, Indonesia. Biodiversitas, 18(1), 34-40.
  9. Pribadi, A. (2016). Hama Dan Penyakit Pada Lebah Apis cerana Fabr. Pemeliharaan Di Areal Hutan Tanaman Acacia mangium Wild. Dan Acacia crassicarpa Wild. Galam, 2(1), 41-54.
  10. Shouten, C. N., Lloyd, D. J., & Lloyd, H. (2019). Beekeeping with the Asian Honey Bee (Apis cerana javana Fabr) in Indonesia.
  11. Hadisoesilo, S. (2002). Tingku - A traditional management technique. Bees for Development Journal, 64, 4-5.